Ganteng Ganteng Saxophone (Komunitas Jazz Ngisor Ringin Semarang)

Semarang – Jazz Ngisor Ringin (JNR)

Semarang ternyata juga meyimpan cerita unik dalam bidang musik jazz. Terjangkit wabah virus musik santai pun riang, membuat para pecinta dan musisi jazz di kota lunpia ini mendirikan komunitas bernama Jazz Ngisor Ringin (JNR) pada tahun 2009. Nama ini menjadi gambaran jelas mengenai komunitas ini, mereka berkumpul serta berbincang mengenai musik kemudian dan akhirnya membuat wadah ekspresi sebagai sebuah rumah bagi para pecinta jazz di kota Semarang.

JNR juga memberikan ruang kepada para anggota untuk berekspresi sekaligus memperdalam kemampuan dari segi musikalitasnya. Jamming session yang menjadi ciri khas mereka diadakan setiap minggu pertama dan ketiga setiap bulannya. Menggunakan metode belajar bersama dan tidak saling menggurui membuat JNR dapat melahirkan generasi baru dan program jazz skala besar, seperti Jazz in the Mall yang hadir di Mall Ciputra Semarang tiap bulannya dan ada Loenpia Jazz Festival yang menjadi acara peringatan harI jadi sedulur jazz Jazz Ngisor Ringin.

Sebagai sebuah komunitas jazz dengan ikatan yang erat dan terus berkembang, JNR melahirkan musisi jazz kelas wahid. Tahun ini JNR menggandeng Ganteng-Ganteng Saxophone (GGS) untuk turut andil memberikan warna khas di Ngayogjazz. Digawangi oleh Dimas Titis, Asaf Putra, Boyce Alvhan, dan Prajiv Kharis, quartet saxophone ini terbentuk pada 19 Juni tahun 2018 memainkan saxophone dengan harapan suatu saat bisa menjadi ganteng. Telah menjadi penampil regular beberapa acara jazz di Semarang, GGS juga mencoba menjajaki beberapa festival di kota-kota lain. Sedulur jazz asal Semarang ini pun datang di Ngayogjazz untuk kunjungan silaturahmi antar keluarga jazz sekaligus belajar. Apakah sedulur jazz ini mampu menunjukkan musiknya yang ‘ganteng’ dihadapan Honn semua di Ngayogjazz 2018? Mari kita simak bersama Honn