Komunitas Jazz Jogja

Komunitas Jazz Jogja

Salah satu sedulur jazz yang ikut menemani sepak terjang Ngayogjazz dari awal ini merupakan wadah yang menaungi beberapa sedulur di Yogyakarta yang memiliki minat di dunia musik jazz. Musik yang berasal dari negeri Paman Sam ini menjadi salah satu yang sangat diminati oleh sedulur jazz dari kota Yogyakarta. Besarnya antusiasme ini jugalah yang melahirkan berbagai komunitas yang tersebar di kota pelajar ini. Beberapa nama seperti sedulur Etawa Jazz Club dan Jazz Mben Senen, merupakan segelintir komunitas yang menjadi bagian dari keluarga besar Komunitas Jazz Jogja. Masing-masing dari komunitas pun memiliki ciri khas dan warna tersendiri yang menjadikan Komunitas Jazz Jogja sama seperti Indonesia yang beragam lho Honn.

Tricotado yang memberikan label sebagai band indie ini lahir pada tahun 2015 dan akan rilis album pada desember ini di jaga konsistensi musiknya oleh 6 personil bernama Cresensia Naibaho pada vokal, Jon Boim di gitar, Paulus Neo di keyboard, Yabes Yuniawan di bass, Diandra Hikman pada kendang dan Yosafat Windrawanto pada drum. Menariknya, Tricotado akan menggiring para sedulur jazz di lajur cross-over jazz sebagai wujud nyata dari perpaduan musikalitas dari tiap personil.

Lalu ada Rukun Warga (RW) yang menjadi project musik Jazz Mben Senen dengan genre folk, pop. Grup band ini akan terdiri dari 10 anggota yaitu; Kezia Nathania dan Bella Cindy pada vokal, Ayom Satria dan Sophian Kholinus pada saxophobne, Abednego Evan pada gitar, Pambiran Pavan pada bass, di keyboard ada Aza Ardito, di trompet ada Hendrich Moses Louis dan Evelyn Sarah di perkusi. Menjadi tahun pertama bagi RW untuk manggung di Ngayogjazz, sehingga ada motivasi memberi kesan tersendiri terhadap sedulur jazz.

Suasana semakin sejuk ketika mengetahui bahwa Mokshanova akan manggung. Dari nama saja sudah mencerminkan tujuan dari grup band yang telah terbentuk dari tahun 2013 dengan nama The Tampans. Vakum bermusik hingga tahun 2016, Mokshanova kembali berkarya dengan 6 personilnya; Rois Munandar (gitar), Arya Pradana (bass), Aufar Nugroho (keyboard), rizal Syaifur (drum), Fiesga Rieza (vokal) dan Daniel Ryan (saxophone). Penampilan Mokshanova di Ngayogjazz kali ini akan dibantu oleh Awal Janardi di Keyboard dan Anggiya Julia sebagai backing vocal. Dengan single andalan mereka berjudul Sekar, Mokshanova akan membawa sedulur jazz ke masa kecil.

Lalu ada Heroic Karaoke, yang meramu musik jazz lebih up to date. Berangkat dari permasalahan populer, kebebasan dan kemanusiaan, Yohanes Saptanugraha, Tabhita Banu, Doni Alldint, Bable Sagala, Paulus Neo dan Gigih Prayogo membuat project musik ini. Rumusan lirik dengan metafor sastra beriringan dengan ritme dinamis menjadi daya pikat yang harus sedulur jazz saksikan.

Kemudian terakhir ada Seek Stream, 3 orang pemain bass (Danny Eriawan, Mardi Tri Nuryata dan Basswara Wiwaswan) yang memiliki gagasan berdendang dengan bass gitar. Lagu yang mereka bawakan akan mudah dicerna dan membebaskan imaji bagi sedulur jazz.

Conspiracy dan Spirit
Conspiracy
merupakan project gabungan yang akan memeriahkan Ngayogjazz 2018 kali ini. Sedulur jazz dari Komunitas Jazz Yogyakarta membentuk project ini sebagai jamming session yang dilakukan oleh beberapa musisi dari berbagai komunitass jazz di Indonesia. Dalam upaya untuk mengumpulkan sedulur jazz di dalam satu wadah untuk menciptakan reriungan bunyi, Conspiracy kali ini akan digawangi oleh sedulur jazz dari Kediri, Malang, Blitar, Tulungagung, Blitar, Surabaya, Solo dan Yogyakarta. Tentunya masing-masing sedulur jazz dari berbagai daerah akan ikut andil memberikan warna di dalam Conspiracy.

Dimeriahkan oleh Samuel dan Ucox (saxophone), Arief dan Yuri (gitar), Agung (contrabass) serta Gondo dan Jacob ‘Jayasena’ McCormik (piano), Conspiracy akan membawakan 3 lagu standard jazz yang merupakan bahasa umum dalam musik jazz.

Sedangkan Spirit sendiri merupakan grup yang terbentuk di bawah naungan Etawa Jazz Club, yang merupakan bagian dari sedulur Komunitas Jazz Yogyakarta. Sedulur jazz ini merupakan generasi baru jazz Yogyakarta dan akan memainkan musik dalam spirit yang sama. Terdiri dari tiga grup yang nantinya akan membawakan masing-masing satu lagu, Spirit akan menunjukkan gairah anak muda dalam memainkan standard jazz.

Grup pertama akan digawangi oleh: Sophian (saxophone), Yoma (gitar), Prima (vokal), Indra (bass), Erik (piano), Andi (perkusi) dan Sampurno (drum). Sedangkan grup kedua akan diisi oleh Ellen dan Nabila (vokal), Samuel (bass), Arfian (gitar) dan Alvin (drum). Grup terakhir yang merupakan bagian dari Spirit akan bermaterikan: Endung (gitar), Yosua (drum), Indra (bass), Pintor Maralus dan Aray Ginting (saxophone) serta Afrina Pakpahan (vokal). Masing-masing grup yang menjadi satu bagian dalam Spirit ini akan menawarkan musikalitas yang berbeda dan sangat layak untuk dinantikan.