SimakDialog

Berkelana Dalam Suara Bersama simakDialog

Iringan kendang Sunda berpadu dengan irama jazz dan memiliki sentuhan dan nuansa musik klasik, neo klasik dan juga timur tengah. Inilah gambaran singkat yang menggambarkan grup yang telah aktif di belantika musik mulai dari tahun 1993. simakDialog merupakan salah satu grup legendaris yang sebaiknya Honn semua tidak lewatkan penampilannya.

Sepeninggalan Riza Arshad (alm), simakDialog tidak menghentikan langkahnya namun terus melaju. Grup yang mengusung West meets Southeast ini mencoba untuk memadukan ‘jiwa’ jazz dengan unsur musik Sunda dan berbagai genre lainnya. Semangat yang dibangun oleh para founder ini kemudian diteruskan dan disebarkan kepada khalayak luas melalui karya yang digarap oleh grup ini, dengan harapan menjadi pakem musik yang akan banyak dimainkan di berbagai daerah di Indonesia. Pada kesempatan kali ini akan digawangi oleh Cucu Kurnia (kendang sunda/perkusi metal), Rudy Zulkarnaen (akustik/elektrik bass), Mian Tiara (vokal/ketuk), dan Sri Hanuraga (piano/synthesizer). Nama terakhir adalah musisi yang seringkali digandeng oleh Riza Arshad untuk bermain di simakDialog. Bagi Sri Hanuraga sosok Riza Arshad adalah ‘Senior yang baik hati, selalu menempatkan dirinya sejajar dengan junior dan tidak pernah sekalipun menggurui’.

simakDialog sendiri telah menghasilkan 7 album dan dua diantaranya menjadi catatan tersendiri di kancah musik internasional. Patahan (2005) yang menjadi debut internasional mereka pada tahun 2007 yang didistribusikan ke seluruh dunia oleh MoonJune Record (Amerika) dan juga Demi Masa (2008) yang masuk dalam nominasi penghargaan Italia Progressive Music Awards. Patutlah bagi Honn semua untuk menyimak jadwal dengan seksama supaya tak terlewatkan aksi simakDialog di Ngayogjazz 2018.

Foto oleh: Yugo Isal.