20
Nov

Penutup tiap panggung

Tak terasa waktu berjalan begitu saja. Detik demi detik, menit demi menit hingga dari panggung ke panggung sudah diujung waktu acara. Rangkaian acara yang dimulai sejak pagi akan berakhir. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat penonton untuk terus wira-wiri menyaksikan musisi idolanya.

Panggung genteng kripik masih terlihat ramai dengan tampilnya Emerald-BEX yang kali ini berkolaborasi dengan Dudy Oris. Penonton tampak antusias dan asik melihat performa dari mereka. Hal tersebut juga terlihat di panggung Tohpati and Friends yang kali ini hadir dengan formasi yang berbeda dari tahun lalu. Bahkan, panggung genteng Krepus yang menjadi venue Tohpati and Friends tampak sangat ramai dan sudah tidak mampu lagi menampung penonton yang membludak.

Bonita & The Hus Band yang tampil di panggung genteng Wuwung juga sangat bersemangat untuk menghibur para penonton yang sudah lama menunggu. Dengan alunan akustik dan ditambah melodi saxophone menjadi malam romantis di panggung yang memiliki konsep pendapa ini. Bahkan, Djaduk Ferianto pun juga terlihat sangat menikmati penampilan dari mereka.

Untuk pertama kalinya Nikita Dompas Trio ikut turut serta memeriahkan Ngayogjazz. Mereka sangat bersemangat dalam melantunkan lagu-lagu miliknya. Terlihat sesekali mereka berimprovisasi. Namanya juga jazz, selalu ada improvisasinya kan dalam musiknya.

Nah, puncak acara Ngayogjazz 2016 ditutup dengan perform dari Fariz RM Anthology Kuartet. Nama besar Fariz RM sangat lah menjadi daya tarik bagi semua penonton. Sama seperti pada penampilan Monita Tahalea, panggung genteng paris terlihat penuh sesak. Bahkan penonton sampai jembatan penghubung demi menyaksikan Fariz RM yang terkenal dengan lagu Barcelona. Para penonton pun ikut bernyanyi dan bersorak. Fariz RM pun terlihat sangat semangat dan tampi all out.

Honn, tidak terasa ya Ngayogjazz 2016 berakhir. Dan bonusnya adalah tidak hujan sampai mala mini. So, semoga kita selalu diberi kesehatan dan dapat berjumpa lagi di Ngayogjazz 2017!

Leave a Reply