NGAYOGJAZZ 2009

Tradisi Baru
Ngayogjazz yang diangankan untuk menjadi sebuah peristiwa budaya akan terus mengalami upayanya. Dalam dinamika kebudayaan akan ada nilai-nilai yang masih dianggap aktual untuk diyakini dan diaktualisasikan dalam tradisi-tradisi. Ada nilai-nilai yang tak lagi dianggap relevan dan ada pula nilai-nilai baru yang memunculkan tradisi-tradisi baru.

Ngayogjazz adalah sebuah tradisi baru, yang digagas sejak 2006 dan pertama kali diselenggarakan 2007; paling tidak sebuah tradisi baru dalam memainkan musik jazz.

Ngayogjazz dan Bantul, Java Today
Ngayogjazz akan semakin akrab dengan masyarakat Bantul, karena untuk ketiga kalinya akan diselenggarakan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogakarta (Ngayogyakarta),  sebuah wilayah yang merupakan bagian dari Jawa. Budaya masyarakat Bantul pun berakar pada kebudayaan Jawa (Mataram), dengan dinamikanya yang cukup ideal. Nilai-nilai akar budaya masih relatif banyak yang diyakini, sekaligus begitu terbukanya orang-orang Bantul dengan nilai-nilai baru dan akrab dengan tradisi-tradisi baru yang mereka ciptakan sendiri sebagai respon atas perjalanan zaman. Wong Bantul begitu dinamis dalam berinteraksi budaya, sehingga jadi tidak berlebihan bila ada ungkapan spontan : Bantul, Java today. Dalam dinamika budaya wong Bantul, Ngayogjazz sekadar sebuah alternatif ruang berinteraksi. Wujudnya bisa terlihat pada beberapa kolaborasi kesenian tradisional Bantul dengan tradisi jazz, sebagai sebuah tradisi bermusik, yang memang dipertemukan oleh peristiwa Ngayogjazz.

Orang-orang yang “berkumpul” sebagai publik Ngayogjazz, baik yang hadir di tempat kegiatan sebagai pelaku kesenian atau sekadar berkontribusi spontan, atau yang sekadar saling meresponnya dari kejauhan melalui berbagai media, telah melakukan peristiwa kebudayaan dan interaksi budaya di Ngayogjazz. Laiknya sebuah interaksi, akan terjadi saling memberi pengertian, penerimaan nilai-nilai, penolakan maupun kompromi-kompromi yang melahirkan setidaknya wawasan baru, pengertian baru atau bahkan nilai-nilai baru dan tradisi baru. Ngayogjazz yang dikemas sebagai sebuah permainan jazz bersama,  sesuai interpretasi masing-masing pelakunya, diharapkan benar-benar dapat menghadirkan spirit jazz yang semisal aselinya ketika muncul di tempat asalnya. Sebuah tradisi jazz yang tidak sekadar meniru, tapi berupa improvisasi-improvisasi yang timbul akibat interaksi antar nilai dan antar tradisi.

Jer Basuki Mawa Beya
Dalam dinamika budaya memang ada bayaran material dan non-material yang harus dialokasikan. Biaya non-material bisa berupa kebersediaan menerima tradisi dan nilai baru; meluangkan untuk mencoba menikmatinya; atau berupa apa saja yang bersifat kompromis yang bermotivasi menambah kualitas manusia pelakunya. Tak ada yang gratis dalam tiap upaya dan dinamika. Jer basuki  mawa beya.

Inspirasi Untuk Lingkungan
Ngayogjazz Bantul 2009 pada dasarnya adalah sajian atas berbagai produk kreatif, baik yang berupa permainan-permainan instrumen musik individual atau berkelompok, kesenian tradisonal yang berkolaborasi ataupun yang mengiringi, maupun produk-produk barang kreatif yang disajikan oleh para pengrajin dalam stand-stand di Pasar Jazz. Semua unsur kreatif itu pun kemudian dikemas dengan suatu kreatifitas dalam sebuah sajian event. Kami berharap, Ngayogjazz Bantul 2009 paling tidak bisa memberikan tambahan keragaman produk kreatif di Kabupaten Bantul, atau bahkan lebih jauh lagi, segala unsur kreatif dan proses kreatif Ngayogjazz Bantul 2009 bisa memberikan inspirasi bagi kreatifitas masyarakat maupun inspirasi bagi industri kreatif di lingkungan yang lebih luas.

Selain itu, mudah-mudahan Ngayogjazz juga bermanfaat bagi terbangunnya masyarakat pendukung kesenian.

Comments are closed.