Semangat Pembuka Untuk Tetap Berkesenian, Ngayogjazz 2020


Ngayogjazz 2020 mendapatkan berkat penuh dari alam yang ditandai dengan turunnya hujan. Meskipun berkali-kali diguyur hujan, persiapan Ngayogjazz 2020 tetap berjalan. Beruntungnya, selang 10 menit hujan berhenti dan siap untuk dibuka secara resmi. DIawali dengan obrolan dua turis asal Ngawi yang berkunjung ke Karang Tanjung, memberitakan kepada hon-hon sekalian untuk terus menyaksikan Ngayogjazz secara daring. Perbincangan dua turis ini sempat disela karena ada bebunyian drumband Bregada. Ternyata bunyi itu adalah tanda kehadiran gugus tugas protol-goler coronya. Berkumpulah turis asal Ngawi dengan gugus protol-goler di atas panggung Juang, yang ternyata adalah pranata acara Ngayogjazz 2020. Bersama dengan Bambang Gundul, Mama Lucy dan Diwa, Ngayogjazz 2020 dibuka dengan tepuk tangan virtual.

Resmi dibuka oleh para pranata acara yang menghibur ini, penampil pertama yaitu Semesta Leah sudah siap untuk menyemarakkan panggung Juang. Grup dari Jogja bernuansa Nusa Tenggara Timur ini menjadi musisi pembuka yang memanaskan panggung Juang. Semesta Leah membawakan 6 lagu yang dipadukan dengan pertunjukkan teatrikal. Narasi khas NTT garapan Semesta Leah memberikan peringatan tentang rumah dan rasa aman di masa dewasa. Kesadaran tersebut dilukiskan pada pertunjukkan musik, lengkap dengan koreografi. Penampilan Semesta Leah ini mulai memanaskan semangat di panggung yang berlanjut ke sesi berikutnya.


Pementasan teatrikal ala Semesta Leah ternyata ditonton oleh kedua tokoh penting di balik pariwisata Yogyakarta dan Indonesia. Kedua sosok tersebut turut jamming session dengan memberikan sambutan, sebelum Ngayogjazz melaju ke sesi yang lebih jauh. Dimulai dari Bapak Singgih Raharjo, SH., M. Ed. selaku Kepala Dinas Pariwisata Derah Istimewa Yogyakarta. Pada kesempatan ini, dirinya mengungkapkan bahwa keberadaan Ngayogjazz 2020 memberikan harapan kepada penikmat jazz atau masyarakat lebih luas untuk tetap berkarya secara kreatif dan berinovasi. Beliau pun menyatakan bahwa tema Ngayogjazz tahun ini “Ngejazz Tak Gentar”, merupakan prinsip yang harus dilakoni, agar tidak patah semangat untuk melawan Covid-19.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Joshua Puji Mulia Simanjuntak, selaku Staf Ahli Menteri bidang Inovasi dan kreativitas. Pak Joshua salut dengan Ngayogjazz karena telah terselenggara secara konsisten selama 14 kali. Disamping itu, dirinya menyampaikan doanya untuk inisiator Ngayogjazz yaitu alm. Djaduk Ferianto sekaligus menekankan tentang semangat Ngayogjazz yang tidak boleh mandeg. Sambutan yang diberikan oleh kedua tokoh penting ini menekankan, bahwa selagi sehat teruslah berkarya, berkreasi dan berinovasi. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasinya terhadap Ngayogjazz karena dengan sadar bertransformasi secara daring. Semangat berkarya ya Hon!