Venue

DESA GILANGHARJO
Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogyakarta memiliki beberapa petilasan sejarah yang menjadi cikal bakal dilahirkannya Kraton Mataram, salah satunya adalah petilasan Selo Gilang yang berlokasi di desa Gilangharjo, Bantul, Yogyakarta. Lokasi yang dahulu bernama Wanalipuro ini merupakan lokasi Tumurun Wahyuning Mataram, yang diturunkan kepada Panembahan Senopati

Gilangharjo sendiri berasal dari kata gilangyang memiliki arti hidup, dan Harjoyang bermakna makmur sejahtera. Dengan harapan bahwa masyarakat Gilangharjo hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan.

Ada lima landasan penting yang menjadi dasar yang digunakan oleh masyarakat desa Gilangharjo yang digunakan sebagai lakudalam menjalani kehidupan: Hamemayu Hayuning Jiwaatau berserah diri kepada Sang Pencipta agar memiliki jiwa yang bersih dan lembut; Hamemayu Hayuning Ragaatau menjaga badan agar tetap sehat dengan pola konsumsi yang baik dan pengembangan pangan lokal; Hamemayu Hayuning Sesamiyang berkaitan erat dengan kepedulian dan berbagi dengan sesame; Hamemayu Hayuning Prajauntuk merawat dan mengisi kemerdekaan serta berbakti pada bangsa dan negara; Hamemayu Hayuning Bawanamenjaga dan merawat alam semesta.

Falsafah hidup yang dilakonioleh masyarakat desa Gilangharjo ini kemudian sejalan tema besar yang dibawa oleh Ngayogjazz pada kesempatan kali ini. Gilangharjo yang memiliki semangat untuk menjaga dan melestarikan budaya. Belajar untuk bisa melebur dan menyesuaikan diri dengan kearifan lokal yang ada. Mari Honn, kita belajar untuk melebur dan membaur dalam kearifan lokal di desa Gilangharjo dalam perayaan Ngayogjazz 2018!